Memastikan musikmu tetap terdengar bulat dan tidak pecah, baik saat diputar melalui speaker HP, earphone murah, radio mobil, hingga sound system panggung.
Menyesuaikan kelantangan suara sesuai standar platform digital (seperti Spotify & Apple Music) agar lagumu tidak mendadak terlalu pelan atau malah terkompres berlebihan.
Merapikan frekuensi bass yang terlalu liar atau treble yang terlalu tajam agar hasil akhirnya hangat, jernih, dan tidak membuat telinga lelah.
Memberikan sentuhan akhir agar dimensi audio terasa lebih luas, punchy, dan bernyawa.
Kirimkan file hasil mixing (.WAV 24-bit/44.1kHz atau 48kHz) dengan headroom -6dB via Google Drive / WeTransfer.
Kamu tidak perlu melakukan hal ini jika menggunakan jasa mixing audio dari The Quarternote Studio.
Audio engineer kami mengolah audio menggunakan peralatan & software audio terkalibrasi.
Kamu menerima sampel hasil mastering untuk didengarkan di berbagai media pemutar milikmu.
File master resolusi tinggi siap didistribusikan ke agregator musik pilihanmu!
Mixing adalah proses menyatukan dan menata instrumen terpisah (vokal, gitar, drum) agar seimbang.
Sedangkan Mastering adalah proses finishing file stereo hasil mixing agar volume, frekuensi, dan kualitasnya siap dirilis ke publik.
Pelajari selengkapnya mengenai perbedaan antara mixing dan mastering.